Fokus utama dari kegiatan ini adalah proses produksi VCO (Virgin Coconut Oil) yang dilakukan secara mandiri di laboratorium sekolah. Berbeda dengan minyak kelapa biasa yang melalui proses pemanasan suhu tinggi, siswa SMP Yasporbi diajarkan teknik cold pressed atau fermentasi alami untuk mendapatkan minyak yang jernih dan kaya akan nutrisi. Proses ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, mulai dari pemilihan kelapa yang sudah tua dan segar, pemerasan santan yang higienis, hingga proses pendiaman untuk memisahkan molekul minyak dengan air dan protein kelapa.
Untuk menghasilkan minyak dengan status murni, para siswa harus memastikan bahwa tidak ada bahan kimia tambahan atau pengawet yang masuk ke dalam proses produksi. Di sini, mata pelajaran kimia dan biologi diaplikasikan secara nyata. Siswa belajar tentang peran enzim dan bakteri baik dalam memecah emulsi santan, serta memahami mengapa suhu ruangan sangat memengaruhi kualitas hasil akhir. Pendidikan berbasis praktik ini membuat siswa jauh lebih memahami konsep sains dibandingkan hanya sekadar membaca buku teks, karena mereka melihat langsung perubahan fisik dan kimia yang terjadi pada bahan baku mereka.
Kualitas yang dihasilkan oleh SMP Yasporbi pun tidak main-main, karena mereka menargetkan kualitas premium untuk setiap botol yang dihasilkan. Hal ini mencakup aspek aroma yang segar khas kelapa, kejernihan warna yang bening seperti air, serta kadar air yang sangat rendah agar minyak tidak mudah tengik. Siswa diajarkan mengenai standar keamanan pangan, mulai dari sterilisasi botol kemasan hingga teknik penyaringan berlapis menggunakan kertas saring khusus. Dengan standar yang ketat ini, produk hasil karya siswa tidak hanya layak dikonsumsi oleh warga sekolah, tetapi juga mulai diminati oleh masyarakat luas yang sadar akan kesehatan.
Manfaat ekonomi dari Produksi VCO juga memberikan pelajaran berharga bagi siswa mengenai manajemen bisnis. Mereka diajarkan cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual yang kompetitif di pasar produk kesehatan, hingga cara memasarkan produk secara efektif. Siswa belajar bahwa produk yang berkualitas premium memerlukan narasi yang kuat mengenai manfaat kesehatan, seperti kemampuannya meningkatkan sistem imun dan menjaga kesehatan kulit. Dengan demikian, siswa tidak hanya mahir secara teknis di laboratorium, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi pemasaran yang baik.