Racikan Jamu Yasporbi telah lama dikenal sebagai fondasi kesehatan masyarakat Indonesia secara turun-temurun. SMP Yasporbi mengambil langkah konkret dalam melestarikan budaya ini dengan mengintegrasikan budidaya tanaman rimpang ke dalam kurikulum praktis mereka. Di tengah gempuran minuman kemasan yang tinggi gula dan bahan pengawet, sekolah ini justru menghadirkan alternatif yang jauh lebih bermanfaat bagi metabolisme tubuh para siswa. Melalui pemanfaatan lahan yang ada, terciptalah sebuah ekosistem di mana bahan baku minuman kesehatan dapat dipanen setiap hari, memastikan kesegaran dan kemurnian produk yang dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif para pelajar.
Proses pembuatan minuman tradisional ini dimulai dari pemilihan bibit unggul yang ditanam di area hijau sekolah. Siswa diajarkan untuk merawat tanaman seperti kunyit, jahe merah, temulawak, dan sereh dengan metode organik tanpa bantuan pestisida kimia. Ketika masa panen tiba, siswa terlibat langsung dalam proses pembersihan dan pengolahan bahan mentah tersebut menjadi sebuah racikan yang memiliki khasiat tinggi. Mereka belajar bahwa setiap rimpang memiliki karakteristik suhu dan cara pengolahan yang berbeda agar kandungan minyak atsiri serta kurkumin di dalamnya tidak hilang. Pengetahuan teknis ini memberikan pemahaman mendalam bahwa sains biologi dapat diaplikasikan secara nyata dalam gelas minuman sehari-hari.
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan gaya hidup yang lebih berkualitas di lingkungan pendidikan. Produk jamu yang dihasilkan bukan lagi dipandang sebagai minuman kuno yang pahit, melainkan telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki rasa yang segar dan disukai oleh lidah remaja. Dengan menambahkan sedikit madu atau gula aren alami, minuman ini menjadi primadona di kantin sekolah saat jam istirahat. Hal ini secara signifikan meningkatkan imunitas siswa, terutama dalam menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. Edukasi mengenai minuman fungsional ini menjadi benteng pertahanan kesehatan yang efektif sekaligus murah bagi seluruh warga sekolah.
Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, program ini juga mengasah jiwa kewirausahaan siswa Yasporbi. Mereka belajar bagaimana melakukan pengemasan yang menarik serta strategi pemasaran yang efektif di lingkungan sekolah maupun melalui acara-acara pertemuan orang tua murid. Setiap botol yang terjual mengandung nilai edukasi tentang kemandirian ekonomi berbasis potensi sehat dari alam sekitar. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan ini digunakan kembali untuk memperluas area kebun obat sekolah, sehingga keragaman hayati di lingkungan pendidikan tersebut semakin meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini membuktikan bahwa sekolah dapat menjadi pusat inkubasi bisnis kreatif yang berwawasan lingkungan.