Kesehatan fisik dan kenyamanan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mendukung aktivitas olahraga di sekolah. SMP Yasporbi menyadari hal ini dengan meluncurkan program penghijauan di sekitar fasilitas atletik mereka. Melalui tema “Trek Lari Sejuk“, sekolah ini berkomitmen untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih asri dengan cara hijaukan area sepanjang lintasan lari menggunakan berbagai jenis tanaman peneduh dan penyerap polusi. Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman berolahraga yang lebih menyegarkan bagi para siswa, sekaligus sebagai upaya mitigasi panas ekstrem yang sering melanda wilayah perkotaan belakangan ini.
Proses penanaman pohon dilakukan secara gotong royong oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf kependidikan. Jenis pohon yang dipilih bukan hanya yang memiliki tajuk rindang, tetapi juga yang mampu mengeluarkan oksigen dalam jumlah besar di pagi hari. Dengan adanya vegetasi yang rapat di sisi trek lari, suhu di sekitar jalur olahraga dapat turun antara 2 hingga 4 derajat Celsius. Hal ini sangat krusial bagi kenyamanan olahraga siswa, terutama saat jam pelajaran pendidikan jasmani di tengah hari. Lingkungan yang sejuk akan meningkatkan performa atletik siswa dan mengurangi risiko dehidrasi atau kelelahan berlebih akibat paparan sinar matahari langsung.
Selain manfaat termal, program penghijauan di SMP Yasporbi ini juga berfungsi sebagai filter alami terhadap debu dan kebisingan dari jalan raya di sekitar sekolah. Jalur lari yang dikelilingi oleh tanaman hijau terbukti secara psikologis dapat meningkatkan motivasi siswa untuk bergerak lebih aktif. Suasana yang asri menciptakan efek relaksasi yang membantu menurunkan tingkat stres akademik. Para siswa diajarkan untuk tidak hanya menanam, tetapi juga merawat pohon-pohon tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab mereka terhadap fasilitas sekolah. Setiap kelas diberikan tanggung jawab atas beberapa pohon, yang kemudian dinamai sesuai dengan nama kelas masing-masing untuk meningkatkan rasa kepemilikan.
Implementasi konsep Yasporbi hijau ini juga melibatkan pembuatan sistem pengairan mandiri yang memanfaatkan air limbah wudu atau air hujan (rainwater harvesting). Ini memberikan pelajaran tambahan bagi siswa mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air dalam mendukung penghijauan. Dengan adanya pepohonan di sepanjang lintasan, tanah di sekitar trek menjadi lebih stabil dan mampu menyerap air dengan lebih baik, mencegah terjadinya genangan saat musim penghujan. Inovasi ini menjadikan sekolah sebagai model bagi institusi pendidikan lain dalam mengelola fasilitas publik yang ramah lingkungan dan fungsional bagi kesehatan fisik warganya.